Antisipasi Bencana Kekeringan, Camat Bojongmangu Berkordinasi dengan BPBD

  • Whatsapp

BOJONGMANGU – Menghadapi kekeringan di musim kemarau tahun 2021, pihak pemerintah Kecamatan Bojongmangu dan pemerintah desa melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi. Selain rawan kekeringan wilayah Bojongmangu pun masuk zona merah rawan bencana longsor.

Camat Bojongmangu, Agung Suganda mengatakan, saat ini wilayah Bojongmangu termasuk Cibarusah memasuki musim kemarau, dan bencana kekeringan yang sudah biasa terjadi setiap tahunnya.

Untuk itu dirinya telah berkoordinasi dengan Pemdes enam desa yang ada di wilayah kecamatan Bojongmangu dalam menghadapi bencana kekeringan di tahun 2021 ini.

Agung mengatakan, dua minggu yang lalu pihak kecamatan telah melaporkan dan menyampaikan kepada BPBD terkait ke 6 desa di wilayah kecamatan Bojongmangu yang terdampak kekeringan.

“Untuk titik-titik yang rawan kekeringan ada mapingnya, sehingga saat nanti musim kemarau tiba, sumber air juga tidak ada, pemerintahan sudah siap mengantisipasinya. Untuk yang rawan longsor di enam desa, kami tidak bisa memprediksinya, karena saat ini musim kemarau,” kata Agung, Senin (24/05/2021).

Agung menuturkan, memang Bojongmangu ada PDAM yang menyuplai air ke seluruh warga di wilayahnya. Tapi sayang jika musim kemarau tiba air sungai yang dikelola oleh PDAM pun surut sehingga suplai air terhadap warga berkurang.

“Akhirnya kebutuhan warga akan air pun dibatasi atau suplai airnya bergantian,” ujarnya. (red)

  • Whatsapp